header-int

Warek III: Santri Mahad Al Jamiah Harus Miliki Otak Jerman, Hati Mekkah

Jumat, 16 Agu 2019, 11:23:14 WIB - 415 View
Share
Warek III: Santri Mahad Al Jamiah Harus Miliki Otak Jerman, Hati Mekkah

Tahun akademik 2019/ 2020, Ma’had Al Jami’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, menerima Mahasantri sebanyak 1010 orang. Ribuan Mahasantri tersebut berasal dari sejumlah daerah. Demikian diungkapkan Direktur Ma’had Al Jami’ah IAIN Jember, Fathor Rahman, saat memberikan sambutan dalam acara Khotmil Al Quran dan Temu Wali Mahasantri, Jumat (16/8).

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun jumlah Mahasantri di Ma’had Al Jami’ah IAIN Jember jumlahnya terus bertambah,” paparnya.

Dia memaparkan, tahun akademik 2016/2017 jumlah mahasantri 605 orang, kemudian di tahun akademik 2017/2018 bertambah menjadi 683 orang, lalu di tahun akademik 2018/ 2019 meningkat menjadi 894 orang. “Dan untuk tahun akademik 2019/2020 jumlahnya lebih dari seribu orang, ini cukup luar biasa,” ungkap Fathor.

Dia menambahkan, ada beberapa program unggulan yang disiapkan oleh Ma’had Al Jami’ah kepada Mahasantri. Diantaranya, program bengkel Al Quran, kemudian praktik pengamalan ibadah, program madrasah diniah, dan program tahfidz Al Quran.

“Jadi kemampuan mahasantri yang berada di dalam Ma’had Al Jami’ah ini berbeda, ada yang belum bisa membaca dengan baik Al Quran, bahkan ada juga yang sudah hafal. Nah, kita siapkan programnya ini disesuikan dengan masing- masing kemampuan mahasantri,” tambahnya.

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Hefni Zein menjelaskan, mahasantri yang berada di Ma’had Al Jami’ah ini, disiapkan menjadi generasi yang benar- benar siap menghadapi perkembangan zaman, namun tetap memiliki akhlakul karimah. “Jadi kalau saya ibaratkan, Mahasantri ini harus memiliki otak Jerman tetapi berhati Mekkah,” katanya disambut tepuk tangan wali santri.

Dengan begitu, lanjut Hefni, meskipun secara intelektual cerdas, tetapi mereka tetap memiliki akhlak yang baik, sebagaimana diajarkan oleh ulama- ulama terdahulu. “Jadi tidak meninggalkan akar tradisi kita, yakni memiliki akhlak baik,” tambahnya.

Hefni berharap kepada seluruh wali Mahasantri, juga ikut memantau perkembangan pendidikan anaknya.

“Jadi ini merupakan tanggung jawab bersama, untuk itu saya berharap agar seluruh wali mahasantri juga ikut memantau sekaligus menanyakan perkembangan proses kuliah anak- anaknya,” tutupnya. (Humas/ Ahmad Winarno)

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTIN) terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan, Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017.

Jl. Mataram No. 1 Mangli, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia

+62 331-487550, 427005

+62 331-427005

info@iain-jember.ac.id

© 2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Follow Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember : Facebook Twitter Linked Youtube