header-int

Gema Islam Nusantara di Universitas Flinders Kota Adelaide Australia

Senin, 12 Agu 2019, 09:03:17 WIB - 400 View
Share
Gema Islam Nusantara di Universitas Flinders Kota Adelaide Australia

Model keberagamaan Islam di Australia harus melihat kondisi di Australia. Tidak serta merta sama persis dengan Islam di Indonesia atau Arab Saudi. Demikian disampaikan oleh Prof M. Noor Harisudin, Guru Besar Ushul Fikih IAIN Jember, Sabtu (10/8) dalam Seminar “Membincang Islam Nusantara” di Auditorium Oasis Filnders University Adelaide, Australia.

Filnders University merupakan tiga universitas terbesar di State (Propinsi) South Australia selain UniSA (University of  South Australia) dan University of Adelaide. Adelaide sendiri adalah Ibu Kota State (Propinsi) South Australia.

Acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istemewa NU Australia-New Zealand bekerja sama dengan Kajian Islam Adelaide (KIA) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dihadiri hampir seratus warga dan pelajar Indonesia. Tufel N. Musyadad (Ketua Tanfidziyah PCI NU ANZ), Sabilil Muttaqin (Katib Syuriyah PCI NU ANZ) dan Ustadz Rahman al-Makassari (Ketua KIA)  hadir pada acara yang berlangsung gayeng tersebut.

“Kalau saya ditanya bagaimana hukum fikihnya ‘sesuatu’di Adelaide, maka saya akan jawab setelah tahu keadaan dan adat istiadat di Adelaide. Urf atau tradisi setempat ini penting, sehingga dijadikan acuan dalam penetapan hukum. Kalau tidak, maka seperti kata Ibnu Abidin yang bermadzhab Hanafi, fatwa hukum akan tercerabut dari akar kemaslahatan dan malah bisa membawa kemadlaratan“, kata Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Jember ini.

Sebelumnya, Kiai M Noor Harisudin yang juga Ketua Umum Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara itu membeberkan pentingnya Islam Nusantara dengan empat argumentasi sebagai berikut:

“Pertamairsalu Rasulillah rahmatan lil alamin. (QS. Al-Anbiya: 107). Aspek rahmatan lil alamin menegaskan bahwa Islam adalah agama paripurna yang disebar ke seluruh dunia.Kedua, shalahiyatus syari’ah li kulli zaman wa makan. Syariah yang selalu compatable dengan waktu kapan pun dan tempat manapun.Termasuk sesuai dengan Indonesia dan Australia”, ujar  Kiai muda yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Untuk yang ketiga, lanjut Kiai M Noor Harisudin, adalah ijtihaad lihuduutsi al-waqaa’i. “Maksudnya, ijtihad untuk menghadapi berbagai problematika kontemporer. Demikian ini karena seperti kata Ibnu Rusyd: an-nushuus mutanaahiyatun wal waqaai’u ghairu mutanaahiyatin. Setelah Nabi wafat, maka nash-nash berhenti. Sementara problematika kehidupan tidak berhenti. Dalam keadaan ini, ijtihad harus dilakukan, meski orang yang berijitihad tidak boleh sembarang orang”, tukas Wakil Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah NU Jawa Timur tersebut.   

Keempat, ad-da’wah bil hikmah wal mauidlatil hasanah wal mujaadalah bil husna. Yaitu dakwah Islam yang mengajak dengan hikmah, pelajaran yang baik dan adu argumentasi (QS. An-Nahl: 25). Beda dengan hukum yang rigid dan kaku, kalau dakwah lebih mengutamakan ajak-ajak untuk kebaikan dengan senantiasa memahami keadaan objek dakwah.         

Bagaimana dengan praktik Islam Australia? Secara subtansi, Islam Australia yang dipraktikkan tidak berbeda dengan Islam Nusantara. “Untuk ibadah mahdhah seperti sholat, puasa,  haji, zakat dan ibadah mahdlah lainnya sama. Hanya karena adanya kesulitan dalam praktik ibadah di sini, maka kita bisa menggunakan pendapat-pendapat madzhab. Sementara, dalam hal ihwal mu’amalah, maka hukum Islam sangat fleksibel dan berpotensi menerima perubahan”, ujar Kiai M.Noor Harisudin yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. (Humas IAIN Jember)

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTIN) terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan, Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017.

Jl. Mataram No. 1 Mangli, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia

+62 331-487550, 427005

+62 331-427005

info@iain-jember.ac.id

© 2019 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Follow Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember : Facebook Twitter Linked Youtube